Banyak makna yang bisa mengungkapkan kehilangan....
Seseorang akan lebih menyayangi benda ketika benda tersebut sudah pernah hilang, bukan?
Seseorang juga akan lebih giat belajar ketika orang tuanya tlah tiada
Dan tak ayal, seorang perokok akan berhenti merokok ketika ia sudah mengidap penyakit...
Akan ada perubahan dimana ketika seseorang itu merasa kehilangan.
Akan lebih baikkah ia atau sebaliknya?
~ffa~
Selasa, 10 Januari 2017
Bahwa hidup seperti bola kasti
Hidup itu, seperti bola kasti kawan,,,, ketika ia dilempar ke tanah dengan kuat maka makin kuat juga pantulannya. Filosofi ini seperti hidup, kau akan kuat seperti karang di tengah lautan apabila kau bisa menghadapi cobaan yang menerpa, bukan lari dari masalah...
KARNA SKILL LEBIH DIPERLUKAN!
Yang kita perlu hanya skill, ngon! Orang berlomba-lomba ke tanah kita untuk mengambil emas. Kalau syaratnya putra-putri daerah tapi kalian tak bisa apa-apa, sama saja genk! Kita ngak akan maju!!!
Sumpah Agung 1928
Kala 1928 mengumandangkan Sajak Pertiwi
Melambangkan kesatuan dan persatuan
W.R. Supratman melantang memecah ruang
Tertunduk khidmat terdengar getir
Aku.....
Di kala itu,
Digelar tinggi, dijunjung sakti,
Dipuja dan dihormati
Aku......
Di kala itu dibaca lantang
Serentak petir di kala sunyi
Tapi,
Siapakahku ini sekarang?
Sumpah ataukah serapah
Pemuda ataukah penjudi
Pemudi ataukah penggoda
Berserakan di ujung kota menemani sepi Kutaradja
Menghias gemerlap bintang cakrawala Mesjid Raya
Kemanakah kristalku?
Yang dulunya dielu lalu dibaca dengan bangga
Bangsa lain tertawa gembira
Melihat kita tertunduk kaku membisu dengan dangkalnya ilmu
Menghilang seiring tahun berganti
Kini, sumpah pemudaku tenang bersama ibu pertiwi
Melambangkan kesatuan dan persatuan
W.R. Supratman melantang memecah ruang
Tertunduk khidmat terdengar getir
Aku.....
Di kala itu,
Digelar tinggi, dijunjung sakti,
Dipuja dan dihormati
Aku......
Di kala itu dibaca lantang
Serentak petir di kala sunyi
Tapi,
Siapakahku ini sekarang?
Sumpah ataukah serapah
Pemuda ataukah penjudi
Pemudi ataukah penggoda
Berserakan di ujung kota menemani sepi Kutaradja
Menghias gemerlap bintang cakrawala Mesjid Raya
Kemanakah kristalku?
Yang dulunya dielu lalu dibaca dengan bangga
Bangsa lain tertawa gembira
Melihat kita tertunduk kaku membisu dengan dangkalnya ilmu
Menghilang seiring tahun berganti
Kini, sumpah pemudaku tenang bersama ibu pertiwi
SEUNTAI KATA KALBU
Saat kita tertawa, hanya kitalah yang tahu persis apakah tawa itu
bahagia atau tidak. Boleh jadi, kita sedang tertawa dalam seluruh
kesedihan. Orang lain hanya melihat wajah. Saat kita menangis pun sama,
hanya kita yang tahu persis apakah tangisan itu sedih atau tidak. Boleh
jadi kita sedang menangis dalam seluruh kebahagiaan. Orang lain hanya
melihat luar.
Kita tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Itu kehidupan kita. Tidak perlu siapa pun mengakuinya untuk dibilang hebat. Kitalah yang tahu persis setiap perjalanan hidup yang kita lakukan. Karena sebenarnya yang tahu persis kita bahagia atau tidak, tulus atau tidak, hanya kita sendiri. Kita tidak perlu menggapai seluruh catatan hebat menurut versi manusia sedunia. Kita hanya perlu merengkuh rasa damai dalam hati kita sendiri.
Kita tidak perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun bahwa kita itu baik. Buat apa? Sama sekali tidak perlu. Jangan merepotkan diri sendiri dengan penilaian orang lain. Karena toh, kalaupun orang lain menganggap kita demikian, pada akhirnya tetapi kita sendiri yang tahu persis apakah kita memang sebaik itu.
Hidup ini adalah perjalanan panjang. Kumpulan dari hari-hari. Di salah satu hari itu, di hari yang sangat spesial, kita dilahirkan. Kita menangis kencang saat menghirup udara pertama kali. Di salah satu hari lainnya, kita belajar tengkurap, belajar merangkak, untuk kemudian berjalan. Di salah satu hari berikutnya kita bisa mengendarai sepeda, masuk sekolah pertama kali, semua serba pertama kali. Dan kini kita penuh dengan kenangan masa kecil yang indah, seperti matahari terbit.
Lantas hari-hari melesat cepat. Siang beranjak datang dan kita tumbuh menjadi dewasa, besar. Mulai menemui pahit kehidupan. Maka, di salah satu hari itu, kita tiba-tiba tergugu sedih karena kegagalan atau kehilangan. Di salah satu hari berikutnya, kita tertikam sesak, tersungkur terluka, berharap hari segera berlalu. Hari-hari buruk mulai datang. Dan kita tidak pernah tahu kapan dia akan tiba mengetuk pintu. Kemarin kita masih tertawa, untuk besok lusa tergugu menangis. Kemarin kita masih berbahagia dengan banyak hal, untuk besok lusa terjatuh, dipukul telak oleh kehidupan. Hari-hari menyakitkan.
Tapi sungguh, jangan dilawan semua hari-hari menyakitkan itu. Jangan pernah kau lawan. Karena kau pasti kalah. Mau semuak apa pun kau dengan hari-hari itu, matahari akan tetap terbit indah seperti yang kita lihat sekarang. Mau sejijik apa pun kau dengan hari-hari itu, matahari akan tetap memenuhi janjinya, terbit dan terbit lagi tanpa peduli apa perasaanmu. Kau keliru sekali jika berusaha melawannya, membencinya, itu tidak pernah menyelesaikan masalah.
Peluklah semuanya. Peluk erat-erat. Dekap seluruh kebencian itu. Hanya itu cara agar hatimu damai. Semua pertanyaan, semua keraguan, semua kecemasan, semua kenangan masa lalu, peluklah mereka erat-erat. Tidak perlu disesali, tidak perlu membenci, buat apa? Bukankah kita selalu bisa melihat hari yang indah meski di hari terburuk sekalipun?
Kita tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Itu kehidupan kita. Tidak perlu siapa pun mengakuinya untuk dibilang hebat. Kitalah yang tahu persis setiap perjalanan hidup yang kita lakukan. Karena sebenarnya yang tahu persis kita bahagia atau tidak, tulus atau tidak, hanya kita sendiri. Kita tidak perlu menggapai seluruh catatan hebat menurut versi manusia sedunia. Kita hanya perlu merengkuh rasa damai dalam hati kita sendiri.
Kita tidak perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun bahwa kita itu baik. Buat apa? Sama sekali tidak perlu. Jangan merepotkan diri sendiri dengan penilaian orang lain. Karena toh, kalaupun orang lain menganggap kita demikian, pada akhirnya tetapi kita sendiri yang tahu persis apakah kita memang sebaik itu.
Hidup ini adalah perjalanan panjang. Kumpulan dari hari-hari. Di salah satu hari itu, di hari yang sangat spesial, kita dilahirkan. Kita menangis kencang saat menghirup udara pertama kali. Di salah satu hari lainnya, kita belajar tengkurap, belajar merangkak, untuk kemudian berjalan. Di salah satu hari berikutnya kita bisa mengendarai sepeda, masuk sekolah pertama kali, semua serba pertama kali. Dan kini kita penuh dengan kenangan masa kecil yang indah, seperti matahari terbit.
Lantas hari-hari melesat cepat. Siang beranjak datang dan kita tumbuh menjadi dewasa, besar. Mulai menemui pahit kehidupan. Maka, di salah satu hari itu, kita tiba-tiba tergugu sedih karena kegagalan atau kehilangan. Di salah satu hari berikutnya, kita tertikam sesak, tersungkur terluka, berharap hari segera berlalu. Hari-hari buruk mulai datang. Dan kita tidak pernah tahu kapan dia akan tiba mengetuk pintu. Kemarin kita masih tertawa, untuk besok lusa tergugu menangis. Kemarin kita masih berbahagia dengan banyak hal, untuk besok lusa terjatuh, dipukul telak oleh kehidupan. Hari-hari menyakitkan.
Tapi sungguh, jangan dilawan semua hari-hari menyakitkan itu. Jangan pernah kau lawan. Karena kau pasti kalah. Mau semuak apa pun kau dengan hari-hari itu, matahari akan tetap terbit indah seperti yang kita lihat sekarang. Mau sejijik apa pun kau dengan hari-hari itu, matahari akan tetap memenuhi janjinya, terbit dan terbit lagi tanpa peduli apa perasaanmu. Kau keliru sekali jika berusaha melawannya, membencinya, itu tidak pernah menyelesaikan masalah.
Peluklah semuanya. Peluk erat-erat. Dekap seluruh kebencian itu. Hanya itu cara agar hatimu damai. Semua pertanyaan, semua keraguan, semua kecemasan, semua kenangan masa lalu, peluklah mereka erat-erat. Tidak perlu disesali, tidak perlu membenci, buat apa? Bukankah kita selalu bisa melihat hari yang indah meski di hari terburuk sekalipun?
Selasa, 06 Desember 2016
Hanya Satu Yang Kutau
Pagi ini,
Siang nanti,
Petang menjelang,
Ataupun bahkan malam datang,
Aku bersumpah
Sampai langit akhirnya runtuh,
Sampai bintang berjatuhan,
Sampai bulan terbelahpun,
Aku menyayangimu
Lebih dari apapun
Walau aku diberi kesempatan lahir kembali
Aku tetap memilihmu
Sebagai bundaku
Terima kasih untuk semua gaun sederhana yang tlah kukenakan
Terima kasih untuk semua masakan cinta yang kumakan
Terima kasih untuk rumah tak kita sewa yang kutinggalkan
Untuk semua pengorbanan dan kelelahan yang kau rasakan
Sejak mataku terbuka bahkan ketika zigotku ada
Namun..
Maafkan atas sejumlah piring pirng rumah yang pecah
Maafkan atas sedanau airmata yang tumpah
Oh Bunda maafkan atas segala tangis yang tumpah
Untuk semua kebohonganku
Untuk semua kejahilanku
Untuk semua kenakalanku
Karna sejatinya hanya kau titik tumpuku
Semua itu sejatinya untukmu, Bunda
Semua yang kukejar ini..
Semua yang kuraih ini...
Aku tak sabar ingin mempersembahkan padamu
Karna itu Bunda,
Puisi ini tak kutulis bermetafora
Tak juga berhiperbola
Mengungkap langsung melalui pena
Airmataku mengalir tak reda..
Karna itu Bunda,
Kaulah satu-satunya alasanku
Bertahan dengan segala caraku
Dengan semua tawaku
Dengan segetir senyumku
Tak ingin menampakkan luka
Walau secuil
Karna hanya satu yang kutau
Surga itu dibawah telapak kakimu...
Sabtu, 26 November 2016
ISTILAH GURU
Hei kawan! iffa mau bagibagi ilmu niii,,,,,
Kata guru berasal dari bahasa Sanskerta yang memiliki arti harfiah “berat”. Guru adalah seorang pengajar suatu ilmu, baik ilmu pengetahuan maupun ilmu-ilmu yang lain, misalnya ilmu bela diri. Secara umum guru dapat diartikan sebagai pendidik profesional yang memiliki tugas utama sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pengarah, pelatih, penilai, dan pemberi evaluasi peserta didik.
Di Indonesia, guru sebagai pengajar di sekolah harus memiliki gelar sarjana di bidang pendidikan sesuai dengan jenjang atau mata pelajaran yang diajarkannya. Ia juga harus memiliki sertifikat tanda sudah lulus menjadi pengajar profesional dengan ketetapan hukum yang sah. Guru terbagi menjadi dua yaitu guru tetap dan guru honorer. Guru tetap yaitu guru yang telah memiliki status minimal sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil dan telah ditugaskan di sekolah tertentu sebagai instansi induknya.
Sementara itu guru honorer adalah guru tidak tetap dan belum berstatus minimal sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil. Guru honorer digaji per jam pelajaran, bahkan seringkali mereka digaji secara sukarela, kebanyakan di bawah gaji minimum yang telah ditetapkan secara resmi. Barangkali merekalah para guru yang patut disebut “pahlawan tanpa tanda jasa.”
Sebagai siswa, kita kadang tidak bertanya atau mencari tahu apakah guru kita sudah menjadi PNS dan guru tetap atau hanya sebagai guru honorer saja. Di mata siswa, semua guru statusnya sama karena mereka mengajar tidak berdasarkan gaji mereka tapi berdasarkan kurikulum yang mengharuskan mereka memutar otak agar siswa dapat mencapai keterampilan yang telah ditentukan. Yang membedakan bagi siswa hanyalah guru tersebut mengajarnya mudah dicerna atau tidak, disiplin tinggi atau tidak, dekat dengan siswa atau tidak, dan banyak memberi tugas atau tidak. Selebihnya apa pun kegiatan, keadaan, dan pendapat guru, siswa tidak begitu memikirkannya.
Berikut adalah 25 fakta tentang guru yang barangkali kita tidak mengetahui dan menyadarinya.
selamat hari guruuuu!!!!!!!!!!!
Kata guru berasal dari bahasa Sanskerta yang memiliki arti harfiah “berat”. Guru adalah seorang pengajar suatu ilmu, baik ilmu pengetahuan maupun ilmu-ilmu yang lain, misalnya ilmu bela diri. Secara umum guru dapat diartikan sebagai pendidik profesional yang memiliki tugas utama sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pengarah, pelatih, penilai, dan pemberi evaluasi peserta didik.
Di Indonesia, guru sebagai pengajar di sekolah harus memiliki gelar sarjana di bidang pendidikan sesuai dengan jenjang atau mata pelajaran yang diajarkannya. Ia juga harus memiliki sertifikat tanda sudah lulus menjadi pengajar profesional dengan ketetapan hukum yang sah. Guru terbagi menjadi dua yaitu guru tetap dan guru honorer. Guru tetap yaitu guru yang telah memiliki status minimal sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil dan telah ditugaskan di sekolah tertentu sebagai instansi induknya.
Sementara itu guru honorer adalah guru tidak tetap dan belum berstatus minimal sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil. Guru honorer digaji per jam pelajaran, bahkan seringkali mereka digaji secara sukarela, kebanyakan di bawah gaji minimum yang telah ditetapkan secara resmi. Barangkali merekalah para guru yang patut disebut “pahlawan tanpa tanda jasa.”
Sebagai siswa, kita kadang tidak bertanya atau mencari tahu apakah guru kita sudah menjadi PNS dan guru tetap atau hanya sebagai guru honorer saja. Di mata siswa, semua guru statusnya sama karena mereka mengajar tidak berdasarkan gaji mereka tapi berdasarkan kurikulum yang mengharuskan mereka memutar otak agar siswa dapat mencapai keterampilan yang telah ditentukan. Yang membedakan bagi siswa hanyalah guru tersebut mengajarnya mudah dicerna atau tidak, disiplin tinggi atau tidak, dekat dengan siswa atau tidak, dan banyak memberi tugas atau tidak. Selebihnya apa pun kegiatan, keadaan, dan pendapat guru, siswa tidak begitu memikirkannya.
Berikut adalah 25 fakta tentang guru yang barangkali kita tidak mengetahui dan menyadarinya.
- Guru tidak hanya bekerja pukul 7 pagi hingga pukul 3 siang saja, tapi mereka pun bekerja di rumah apakah itu untuk mempersiapkan materi berikutnya, menyiapkan soal PR, remedial dan ulangan, atau memeriksa dan menilai tugas yang diserahkan oleh para siswa.
- Guru menjadi guru bukan karena mereka tidak cukup pintar untuk bekerja di bidang lain yang lebih dipandang di masyarakat, tapi mereka menjadi guru karena mereka ingin membuat hidup para anak muda lebih baik lagi.
- Guru bisa menjadi sangat frustasi karena mereka tahu potensi yang tinggi dari seorang siswa tapi ia tidak berupaya semaksimal mungkin ketika belajar di sekolah.
- Guru sangat menyukai siswa yang datang ke sekolah setiap hari dengan sikap baik dan benar-benar ingin belajar.
- Guru menghormati orang tua yang menghargai pendidikan, mengerti tingkat akademis anak mereka, dan mendukung apa pun yang guru lakukan.
- Guru hanyalah manusia biasa yang memiliki kehidupan di luar sekolah, yang memiliki hari baik dan buruk, dan kadang berbuat kesalahan.
- Guru ingin kepala sekolah dan administratif mendukung apa yang mereka lakukan, memberikan saran bagi perbaikan pendidikan ke depannya, dan menghargai kontribusi yang telah dilakukan guru kepada sekolah.
- Guru itu kreatif dan asli. Meskipun mereka mencontoh cara mengajar orang lain, tapi tetap saja tidak ada guru yang sama dalam mengajar.
- Guru berkembang secara terus menerus karena mereka selalu mencari cara terbaik agar dapat menyentuh para siswa.
- Guru punya siswa kesukaan. Mungkin guru tidak menyatakannya secara langsung, tapi ada murid-murid tertentu yang mereka sukai dengan berbagai alasan.
- Guru sangat terluka ketika orang tua tidak mengerti bahwa pendidikan adalah kolaborasi antara guru dengan orang tua si anak.
- Guru sangat suka keteraturan. Mereka tidak suka jika ada yang melenceng dari rencana yang sudah ia tentukan.
- Guru mengerti bahwa siswa sebagai individu dan siswa dalam kelas adalah berbeda, mereka terus belajar untuk mengerti kebutuhan masing-masing siswa.
- Guru sangat membenci pada media yang membesar-besarkan kesalahan beberapa oknum guru yang mengacau daripada memberitakan sebagian besar para guru yang selalu berupaya melakukan yang terbaik bagi para siswanya.
- Guru membenci politisasi pendidikan.
- Guru tidak selalu menyukai materi yang mereka ajarkan kepada para siswa, terkadang mereka merasa kesulitan dan tidak nyaman ketika mengajarkan sebuah materi.
- Guru sejatinya ingin yang terbaik bagi para siswanya, mereka tidak ingin melihat kegagalan siswanya.
- Guru seringkali menggunakan uangnya sendiri untuk hal-hal yang mereka butuhkan dalam proses belajar mengajar di kelas.
- Guru ingin melihat siswa-siswanya yang telah lulus menjadi orang yang produktif dan warga negara yang sukses di kehidupan selanjutnya.
- Guru ingin menjadi model yang baik bagi para siswanya.
- Guru bekerja pada siklus yang tidak pernah berhenti kecuali apabila mereka berhenti mengajar, mereka bekerja keras untuk setiap siswanya dari titik A ke titik B dan memulai lagi yang baru di tahun ajaran mendatang.
- Guru kadang merasa frustasi melihat beberapa guru yang kurang profesional dan tidak mengajar untuk alasan yang kurang jelas.
- Guru sangat senang menerima dan menggunakan teknologi baru jika saja mereka benar-benar dilatih untuk dapat menggunakannya.
- Guru akan sangat senang sekali apabila satu kelas hanya berisi 15-18 siswa.
- Guru sangat menyukai dan menikmati hari libur mereka. Hari libur merupakan waktu bagi mereka untuk menyegarkan kembali dan refleksi pikiran agar ke depannya mereka dapat membuat perubahan yang mereka yakini sangat bermanfaat bagi anak-anak.
selamat hari guruuuu!!!!!!!!!!!
Langganan:
Postingan (Atom)




